Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

Muhammadiyah

Muhammadiyah Home/ Berita/ Bekerjasama dengan Pusat Studi Astronomi UAD, Majelis Tarjih Muhammadiyah Gelar Shalat G...

Muhammadiyah

Home/ Berita/ Bekerjasama dengan Pusat Studi Astronomi UAD, Majelis Tarjih Muhammadiyah Gelar Shalat Gerhana Bulan Bekerjasama dengan Pusat Studi Astronomi UAD, Majelis Tarjih Muhammadiyah Gelar Shalat Gerhana Bulan

01 Februari 2018 00:31

Berita Lain

'Aisyiyah dan Unisa Kembangkan Sistem Informasi Desa

09 Februari 2018

Literasi Bangsa Indonesia Dinilai Cukup Lemah

10 Februari 2018

Majalah SM Raih Penghargaan di Hari Pers Nasional 2018

09 Februari 2018

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Gerhana Bulan Total yang terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia. Gerhana Bulan Total ini diawali dan diakhiri oleh Gerhana Bulan Penumbra dan Gerhana Bulan Sebagian.

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar diskusi ilmiah serta shalat gerhana bulan total di Islamic Center UAD kampus 4, pada Rabu (31/1).

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar dalam tausyiahnya mengatakan, shalat kusufain (gerhana) dapat dilakukan oleh orang yang berada pada kawasan yang mengalami gerhana. Sedangkan orang dikawasan yang tidak mengalami gerhana tidak melakukan shalat kusufain.

“Ra sulullah SAW melaksanakan shalat gerhana ketika mengalaminya secara langsung,” ungkap Syamsul.

Hal ini sesuai pula dengan interpretasi para fukaha bahwa apabila gerhana berakhir, maka, berakhir pula waktu shalat gerhana, dan apabila matahari tenggelam dalam keadaan gerhana, juga berakhir shalat gerhana matahari.

“Tenggelamnya matahari jelas terkait dengan lokasi atau kawasan tertentu, sehingga orang yang tidak lagi mengalami gerhana karena matahari telah tenggelam di balik ufuk, tidak melakukan shalat gerhana,” jelas Syamsul.

Selain itu, peristiwayang menarik pada gerhana bulan total kali ini adalah terjadi pada fase bulan purnama kedua pada bulan Januari. Hal ini karena siklus hitungan kalender masehi dan siklus bulan berbeda. Memang dimungkinkan terjadinya peristiwa 2 kali purnama dalam 1 bulan kalender contohnya bulan Januari ini.

“Sehingga dengan rangkaian fenomena yang terjadi tadi, pantaslah bila kita merindukan Gerhana Bulan Total ini,” ucap Syamsul.

Syamsul mengajak seluruh jama’ah yang hadir untuk bersama-sama menikmati keindahan ciptaan Allah SWT dan mensyukurinya serta mengapresiasinya dalam bentuk dukungan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bertindak sebagai imam pada shalat gerhana bulan total yang dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir yaitu Nur Kholis. Turut hadir pula rektor UAD Kasiyarno, beserta jajaran pimpinan UAD lainnya. (adam)

Sumber: Google News | Koranmu Yogyakarta