Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

Muhammadiyah

Muhammadiyah Home/ Berita/ Terkait Video Pornografi Anak, Berikut Tanggapan Ketum NA Terkait Video Pornogr...

Muhammadiyah

Home/ Berita/ Terkait Video Pornografi Anak, Berikut Tanggapan Ketum NA Terkait Video Pornografi Anak, Berikut Tanggapan Ketum NA

09 Januari 2018 09:17

Berita Lain

Muhammadiyah Pemalang Bangun Kembali Rumah Warga Terdampak Bencana

07 Januari 2018

Menteri LHK Ajak Kolaborasi Muhammadiyah Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

09 Januari 2018

Kerakusan Radikal dan Bumi yang Panas

08 Januari 2018

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA â€" Belakangan hari ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan beredarnya video pornografi yang diperankan oleh seorang anak dibawah umur dan perempuan dewasa.

Keterlibatan anak-anak dalam video pornografi yang dibuat di Bandung, Jawa Barat, tersebut mendapat tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya yaitu Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PP NA).

Beredarnya video pornografi anak yang diduga sebagai industri untuk pedofil tersebut membuat Ketua Umum PP NA Diyah Puspitarini miris dengan kondisi bangsa dan anak bangsa.

“Dari perilaku pedofil yang sudah jelas merusak moral anak dan masa depannya saja sudah tidak benar dan tidak bisa dibiarkan. Apalagi sampai divideokan dan terdapat indikasi dikomersilkan,” ungkap Diyah ketika dihubungi pada Senin (8/1).

Sela in itu, indikasi orang tua korban yang juga menyaksikan dan terlibat dalam perbuatan tersebut menurut Diyah sangat memprihatinkan. “Ini menunjukkan betapa sebagai orang tua mestinya melindungi anak bukan malah menjerumuskan,” tegas Diyah.

Pedofil walaupun dalam video ini menurut Diyah seolah ada pergeseran pelaku, namun dalam konteks pedofil tetap saja harus segera ditindak pelakunya.

Sebagai organisasi perempuan yang ramah perempuan dan anak, Nasyiatul Aisyiyah akan berada di garda depan dalam perlindungan kepada anak, terlebih jika pelakunya adalah perempuan.

“Hal ini menjadi pekerjaan tersendiri bagi Nasyiah,” ujar Diyah.

Diyah berpesan kepada semua pihak yang masih memiliki hati nurani untuk menjauhkan diri dan keluarga dari maraknya perilaku penurunan moral.

“Tentunya tidak hanya keluarga, namun masyarakat dan organisasinya harus menjadi pusat dalam menangani penurunan moral dan akhlak yang dialami anak bangsa,† imbuh Diyah.

Diakhir Diyah berharap agar pelaku yang terlibat segera dihukum berat. Dan korban harus segera mendapat pendampingan psikologis yang intensif dan berkelanjutan. (adam)

Foto: Ilustrasi

Sumber: Google News | Koranmu Yogyakarta