Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

Gebrakan Halal di Thailand

Gebrakan Halal di Thailand Citizen Reporter Gebrakan Halal di Thailand HALAL merupakan isu penting yang bersendi pada nilai s...

Gebrakan Halal di Thailand

Citizen Reporter

Gebrakan Halal di Thailand

HALAL merupakan isu penting yang bersendi pada nilai spiritual umat Islam. Halal yang dalam istilah bahasa Arab

Gebrakan Halal di ThailandDEWI SURYANI SENTOSA,

OLEH DEWI SURYANI SENTOSA, Mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, melaporkan dari Bangkok, Thailand

HALAL merupakan isu penting yang bersendi pada nilai spiritual umat Islam. Halal yang dalam istilah bahasa Arab berarti “diperbolehkan”, bertujuan untuk kebaikan manusia. Kata tersebut menjadi tren gaya hidup umat Islam, mengingat munculnya peningkatan kesadaran komunitas muslim yang ingin hidupnya lebih sesuai dengan ajaran Islam.

Aj aran Islam mengarahkan kita untuk mengonsumsi produk yang halal saja. Halal dapat didefinisikan sebagai segala tindakan atau produk yang dibolehkan dalam Islam untuk dimanfaatkan dengan tujuan membuang segala sesuatu yang membahayakan atau merusak bagi manusia. Hal tersebut sejalan dengan maqashid syariah, yaitu memelihara kesejahteraan manusia mencakup perlindungan terhadap keimanan, kehidupan, akal, keturunan, dan harta benda. Halal selalu diidentikkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan makanan. Padahal, halal itu mencakup area yang luas. Dalam Global Islamic Economy (2015-2016), Nirwan menyebutkan bahwa secara ekonomi dan bisnis, terdapat sepuluh sektor yang berkontribusi besar dalam industri halal meliputi industri makanan, finansial, pakaian dan fashion, kebugaran, kosmetik, wisata dan perjalanan, farmasi, media, dan rekreasional, pendidikan, dan seni budaya.

Istilah halal dapat menjadi sebuah ikon publisitas suatu produk yang sangat efektif. Thailand sebagai produse n wisata halal terbesar di Asia dihuni muslim kurang lebih 6,8 persen tersebut telah mengawalinya sejak 1994. Mereka juga membuat Catering Main Kitchen Halal terbesar. Selain itu, Kementerian Pariwisata Thailand akan memproses wisata malam terbesar di Thailand karena tingginya daya beli muslim, terutama yang berasal dari Timur Tengah, Turki, Malaysia, dan komunitas muslim di Eropa dan Amerika Serikat. Hal tersebut juga mulai diminati oleh Jepang, Australia, dan Indonesia dilansir dari kulinologi.co.id.

Sekarang ini kita menghadapi tantangan dunia dalam menghasilkan hiburan baik yang berlandaskan etika. Perkembangan teknologi membuat industri hiburan berkembang dan semakin populer. Tanpa konsep kebaikan moral yang dipertahankan, praktik akan sewenang-wenang. Pesan seksual, kekerasan, dan karakter yang tidak bermoral yang terkandung dalam produk hiburan seperti musik, film, seni rupa, dan sebagainya akan memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap interaksi sosial, suas ana hati dan perilaku. Sementara hiburan sangat dibutuhkan untuk menghilangkan kejenuhan dan pajak yang dihasilkan oleh industri hiburan akan memengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, halal entertainment membutuhkan perhatian lebih lanjut, sehingga keberadaannya dapat memberikan pengaruh positif terhadap spiritual masyarakat dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Halal entertainment yang dikemas dalam karya ilmiah disambut dengan baik oleh Halal Science Center Chulalongkorn University pada acara Thailand Halal Assembly 2017. Chulalongkorn University sebagai universitas terbaik di Thailand di mana Halal Science Center didirikan oleh Winai Dahlan, salah satu ilmuwan Islam asal Indonesia yang berpengaruh di bidang sains dan teknologi.

Dia cucu dari pahlawan nasional, KH Ahmad Dahlan. Acara yang dibuka oleh Menteri Sains dan Teknologi tersebut diselenggarakan oleh Chulalongkorn University dengan mengangkat tema The Halal Wisdom: Convergence of Scienc e, Technology and Islamic Arts di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), Bangkok, Thailand. Pameran tersebut dikemas dengan beberapa seminar ilmiah dan industrial untuk mendorong perkembangan industri halal. Saya diberikan kesempatan sebagai academic presentation untuk mempresentasikan karya ilmiah Halal Science Technology and Innovation dengan judul Halal Entertainment for Enhancing the Rate of Economic Growth selama 15 menit pada acara yang berlangsung sejak 30 November-3 Desember 2017.

Seorang kandidat doctoral researcher Manajemen Bisnis bernama Amirul Ramdzan dari Universitas Teknologi Mara Malaysia yang juga merupakan peserta Oral Academic Presentation berpendapat bahwa halal entertainment merupakan ide menarik yang perlu dikembangkan dikarenakan maraknya industri hiburan yang mengandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan nilai moral yang diajarkan dalam Islam. Ia cukup senang dengan contoh dalam karya ilmiah halal entertainment dengan mencantumkan animasi Upin Ipin yang berasal dari negaranya. Animasi tersebut merupakan hasil dari screening process dari penelitian ilmiah yang dilakukan, sehingga dapat tergolong dalam halal entertainment yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi suatu negara. Thailand Halal Assembly 2017 mengundang banyak papers peserta dari kalangan akademis dan professional yang diikuti oleh beberapa negara seperti Korea Selatan, United Kingdom, Kamboja, Uni Emirate Arab, Filipina, Brunei Darussalam, Austria, Malaysia, Indonesia, dan lain sebagainya.

Karya ilmiah yang dipresentasikan meliputi halal entertainment, halal printing, halal branding, halal application approval system (HAAS), Awareness Offermentation in Halal Industries, Optimization of Halal Certification Processes by Information Exchange Model, dan sebagainya. Karya ilmiah tersebut didedikasikan untuk pengembangan Halal Science Research. Selain penulisan karya ilmiah tentang Halal Science Research, pada acara tersebut turut pula menghadir kan berbagai produk UMKM dari berbagai negara, seperti Thailand, Turki, Malaysia, dan Indonesia. Sejumlah produk UMKM dari Indonesia yang bergerak di bidang halal food and beverage serta produk garmen dan aksesori islami dengan motif batik, telah berpartisipasi pada acara berskala internasional tersebut.

Melihat ketertarikan masyarakat dunia terhadap tren halal. Patut kiranya apabila Aceh sebagai Kota Serambi Mekkah yang menerapkan syariat Islam dan didukung oleh Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal untuk juga mengembangkan Halal Research Centre pada universitas-universitas di Aceh agar memfokuskan diri pada riset kajian halal yang meliputi kajian fikih, halal food, halal pharmaceuticals, science, halal tourism, dan juga halal entertainment. Tentu hal itu akan mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan riset halal yang dilakukan oleh Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJH),MUI, dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang merupakan langkah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Koranmu Yogyakarta